Isnin, 28 Februari 2011
Meninggalnya Tokoh Pejuang Islam di Turki
Sabtu, 29 Januari 2011
Tanda-tanda Orang Beriman
- Orang yang beriman adalah orang yang sejahtera dengan perintah-perintah Allah. Sejahtera bermaksud tidak merasa berat atau susah dalam menjalankan perintah Allah dan rasulNya. Sejahtera itu juga membawa makna seronok dan gembira dalam menjalankan perintah-perintah Allah.
- Orang yg beriman adalah yang sentiasa redha kepada ketentuan dan ketetapan Allah. Orang yang apabila ditimpakan ujian dia redha dan berusaha. Orang yang redha tetapi tidak berusaha adalah tergolong dalam golongan org yg berputus asa.
- Orang yg beriman juga sangat yakin kepada Allah dengan apa yang diperintahkan olehNya. Tidak ragu-ragu walau sedikitpun dengan perintah dan suruhannya.
- Orang yg beriman sentiasa bertawakkal dan hanya bergantung penuh kepada Allah. Bergantung kepada selain dari Allah adalah bersifat sementara. Hanya kepada Allah datangnya setiap sesuatu dan hanya kepada Allah kembalinya setiap sesuatu. Tiada apa yang berlaku tanpa izinNya.
- Orang yang bersabar dengan sebarang bentuk dugaan yang hadir. Kesusahan dan kepayahan dihadapi dengan sabar.
- Wajib dengar dan wajib taat kepada Allah & Rasul ketika rajin mahupun malas. Ini adalah kerana Allah amat mengetahui akan sifat manusia akan tetapi perintah Allah harus dilakukan walaupun apa keadaan sekalipun.
- Wajib menginfakkan harta kamu ke jalan Allah dalam keadaan apa pun samada susah mahupun senang. Ulamak besar masakini Dr Yusof Al-Qardawi menceritakan pengalamannya dalam kitab Fiqh Aulawiyat. Beliau bertemu dengan mubaligh kristian dan mendapat tahu bahawa mereka mempunyai dana yang begitu banyak sehingga mencecah billion dollar. Tetapi apabila beliau bertemu dengan mubaligh islam, mereka tidak mempunyai sumber kewangan yg cukup untuk berdakwah. Sangat daif dalam dana. Kita belajar dgn 4 Khalifah Al-Rasyidin 4 kepakaran.
- Melaksanakan amal ma'ruf nahi mungkar. Para ulamak berkata perkara ini adalah qat'ie. Wajib tiada khilaf. Mesti ada satu kumpulan atau jemaah yang menyeru manusia kepada kebenaran dan mencegah kemungkaran. Mesti ada tolong menolong dalam melaksanakan 'amal ma'ruf nahi mungkar'. Orang-orang ini telah dijanjikan syurga oleh Allah subhanahuwata'ala. Bermaksudnya kerja dakwah ini, hendaklah dilakukan secara berjemaah. Pihak musuh selalu membangkitkan isu khilaf supaya orang islam hilang fokus kpd kewajipan yg besar yakni amal ma'ruf nahi mungkar. Rasyid Redha berkata kita mesti berkerjasama dalam menegakkan amal ma'ruf nahi mungkar. Kita juga dianjurkan bermaaf-maafan dengan perkara khilaf yang boleh memesongkan perhatian kita kepada perkara wajib yang tiada khilaf ke atasnya. Bermacam-macam isu ditimbulkan oleh pihak musuh untuk melekakan umat islam.
- Mesti istiqamah untuk bangkit menegakkan kebenaran walaupun dicela atau dihina oleh masyarakat. Dalam menegakkan kebenaran pasti ada penentangan. Nabi berjaya kerana istiqamahnya. Dalam hadis sahih Al-Bukhari bermaksud sepanjang zaman sentiasa ada satu jemaah yg mereka ini istiqamah berjihad dalam menyampaikan kebenaran.
- Nabi bersabda yg bermaksud nabi berkata 'tolong aku dan pertahankan aku sepertimana kamu mempertahan diri kamu dan sepertimana kamu mempertahankan isteri kamu dan sepertimana kamu mempertahankan anak-anak kamu. Ini bermaksud mesti mempertahankan sunnah yang dibawa oleh Nabi yakni perjuangan Nabi. Ma'thurat adalah doa-doa hebat yg diamalkan oleh Nabi yg telah disusun oleh Hasan Al-Bana utk dijadikan amalan oleh umat islam supaya terhindar dari musuh.
- 3 musuh besar yang tidak pernah berhenti dari menyerang umat islam.
- Syaitan
- Orang kafir harbiah
- Golongan munafik adalah golongan yg lebih buruk dari yahudi & nasrani. Mereka ini masuk neraka yang paling bawah dari yahudi & nasrani.
Ahad, 16 Januari 2011
Taqwa
Kuliah Dhuha
Ustaz Sidek Nor
Selasa, 28 Disember 2010
Perjuangan
tiupkanlah nafas indah pujanggamu..
agar aku bisa mengerti liku jalanmu..
rukukkah kamu..
sujudkah kamu..
berdirilah usai solatmu..
Rabu, 6 Oktober 2010
Ketika Cinta Bertasbih Spesial Ramadhan
"Kau mencintaiku seperti bunga mencintai titah tuhannya, tak pernah lelah menebar mekar aroma bahagia. Tak pernah lelah meneduhkan gelisah nyala. Kau mencintaiku seperti mahatari mencintai titah tuhannya, tak pernah lelah membagi cerah cahaya, tak pernah lelah menghangatkan jiwa" - Ayatul Husna
Anna Althafunnisa anak kepada Kiai Lutfi pengasuh kepada Pesantren Daarul Quran dan juga seorang kiai yang sangat dihormati terutamanya di Solo dan yang sekitar dengannya merupakan bidadari dambaan para mahasiswa Cairo yang cemerlang dalam menyelesaikan S2-nya. Setelah mengalami pelbagai kejadian semasa perkahwinannya dengan Furqan, akhirnya Anna telah berkahwin dengan lelaki idamannya Abdullah Khairul Azzam.
KCBSR secara positifnya juga memaparkan kisah kehidupan masayarakat yang berbeza taraf hidup tidak kira miskin atau kaya tetapi mempunyai nilai islam yang sungguh jelas dalam menjaga batas agama dari segi pergaulan, bersilaturrahim dan saling bantu-membantu tanpa mengira taraf dan kedudukan. Sikap ataupun akhlak pemuda dan gadis solehah seperti Ustaz Elias dan Ayatul Husna ditonjolkan begitu jelas menjaga batas sebagai muslim walaupun kedua-duanya saling cinta-mencintai. Sikap mereka dalam menghormati dan mendahulukan agama, ibubapa dan orang yang lebih tua dalam mengambil sebarang keputusan disamping mempunyai sifat pemurah, suka membantu sesama manusia membuatkan kita lebih muhassabah dalam membetulkan diri dan membuatkan kita berfikir bagaimana cara yang baik untuk mendidik dan membentuk anak-anak kita agar menjadi anak-anak yang soleh dan solehah seperti mereka.
Sinetron 56 siri ini telah tamat ditayangkan di RCTI pada akhir Ramadhan. Selamat menonton bagi yang belum menonton...
Isnin, 30 Ogos 2010
Ahad, 15 Ogos 2010
Penjelasan Hukum "Isbal" - Melabuhkan Jubah/Seluar Melebihi Bukulali
http://abufarhat.wordpress.com
Dari Ibnu ‘Umar diriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda:
“Barangsiapa memanjangkan pakaiannya karena sombong, maka Allah tidak akan melihatnya kelak di hari kiamat.” Kemudian Abu Bakar bertanya, “Sesungguhnya sebagian dari sisi sarungku melebihi mata kaki, kecuali aku menyingsingkannya.” Rasulullah Saw menjawab, “Kamu bukan termasuk orang yang melakukan hal itu karena sombong.” [HR. Jama’ah, kecuali Imam Muslim dan Ibnu Majah dan Tirmidizi tidak menyebutkan penuturan dari Abu Bakar.]
Dari Ibnu ‘Umar dituturkan bahwa Rasulullah Saw telah bersabda:
“Isbal itu bisa terjadi pada sarung, sarung dan jubah. Siapa saja yang memanjangkan pakaiannya karena sombong, maka Allah swt tidak akan melihatnya kelak di hari kiamat.” [HR. Abu Dawud, an-Nasa`i, dan Ibnu Majah]
Kata khuyalaa’ berasal dari wazan fu’alaa’. Kata al-khuyalaa’, al-bathara, al-kibru, al-zahw, al-tabakhtur, bermakna sama, yakni sombong dan takabur.
Mengomentari hadits ini, Ibnu Ruslan dari Syarah al-Sunan menyatakan, “Dengan adanya taqyiid “khuyalaa’” (karena sombong) menunjukkan bahwa siapa saja yang memanjangkan kainnya melebihi mata kaki tanpa ada unsur kesombongan, maka dirinya tidak terjatuh dalam perbuatan haram. Hanya saja, perbuatan semacam itu tercela (makruh).”
Imam Nawawi berkata, “Hukum isbal adalah makruh. Ini adalah pendapat yang dipegang oleh Syafi’iy.”
Imam al-Buwaithiy dari al-Syafi’iy dalam Mukhtasharnya berkata, “Isbal dalam sholat maupun di luar sholat karena sombong dan karena sebab lainnya tidak diperbolehkan. Ini didasarkan pada perkataan Rasulullah Saw kepada Abu Bakar ra.”
Namun demikian sebagian ‘ulama menyatakan bahwa khuyala’ dalam hadits di atas bukanlah taqyiid. Atas dasar itu, dalam kondisi apapun isbal terlarang dan harus dijauhi. Dalam mengomentari hadits di atas, Ibnu al-‘Arabiy berkata, “Tidak diperbolehkan seorang laki-laki melabuhkan kainnya melebihi mata kaki dan berkata tidak ada pahala jika karena sombong. Sebab, larangan isbal telah terkandung di dalam lafadz. Tidak seorangpun yang tercakup di dalam lafadz boleh menyelisihinya dan menyatakan bahwa ia tidak tercakup dalam lafadz tersebut; sebab, ‘illatnya sudah tidak ada. Sesungguhnya, sanggahan semacam ini adalah sanggahan yang tidak kuat. Sebab, isbal itu sendiri telah menunjukkan kesombongan dirinya. Walhasil, isbal adalah melabuhkan kain melebihi mata kaki, dan melabuhkan mata kaki identik dengan kesombongan meskipun orang yang melabuhkan kain tersebut tidak bermaksud sombong.”
Mereka juga mengetengahkan riwayat-riwayat yang melarang isbal tanpa ada taqyiid. Riwayat-riwayat itu diantaranya adalah sebagai berikut:
“Angkatlah sarungmu sampai setengah betis, jika engkau tidak suka maka angkatlah hingga di atas kedua mata kakimu. Perhatikanlah, sesungguhnya memanjangkan kain melebihi mata kaki itu termasuk kesombongan. Sedangkan Allah SWT tidak menyukai kesombongan.” [HR. Abu Dawud, an-Nasa’i, dan at-Tirmidzi dari haditsnya Jabir bin Salim].
“Tatkala kami bersama Rasulullah Saw, datanglah ‘Amru bin Zurarah al-Anshoriy dimana kain sarung dan jubahnya dipanjangkannya melebihi mata kaki (isbal). Selanjutnya, Rasulullah Saw segera menyingsingkan sisi pakaiannya (Amru bin Zurarah) dan merendahkan diri karena Allah SWT. Kemudian beliau Saw bersabda, “Budakmu, anak budakmu dan budak perempuanmu”, hingga ‘Amru bin Zurarah mendengarnya. Lalu, Amru Zurarah berkata, “Ya Rasulullah sesungguhnya saya telah melabuhkan pakaianku melebihi mata kaki.” Rasulullah Saw bersabda, “Wahai ‘Amru, sesungguhnya Allah SWT telah menciptakan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya. Wahai ‘Amru sesungguhnya Allah SWT tidak menyukai orang yang melabuhkan kainnya melebihi mata kaki.” [HR. ath-Thabarni dari haditsnya Abu Umamah] Hadits ini rijalnya tsiqah. Dzahir hadits ini menunjukkan bahwa ‘Amru Zurarah tidak bermaksud sombong ketika melabuhkan kainnya melebihi mata kaki.
Riwayat-riwayat ini memberikan pengertian, bahwa isbal yang dilakukan baik karena sombong atau tidak, hukumnya haram. Akan tetapi, kita tidak boleh mencukupkan diri dengan hadits-hadits seperti ini. Kita mesti mengkompromikan riwayat-riwayat ini dengan riwayat-riwayat lain yang di dalamnya terdapat taqyiid (pembatas) “khuyalaa’”. Kompromi (jam’u) ini harus dilakukan untuk menghindari penelantaran terhadap hadits Rasulullah Saw. Sebab, menelantarkan salah satu hadits Rasulullah bisa dianggap mengabaikan sabda Rasulullah Saw. Tentunya, perbuatan semacam ini adalah haram.
Berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar, yakni perkataan Rasulullah Saw kepada Abu Bakar ra (“Kamu bukan termasuk orang yang melakukan hal itu karena sombong.”), menunjukkan bahwa manath (obyek) pengharaman isbal adalah karena sombong. Sebab, isbal kadang-kadang dilakukan karena sombong dan kadang-kadang tidak karena sombong. Hadits yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar telah menunjukkan dengan jelas bahwa isbal yang dilakukan tidak dengan sombong hukumnya tidak haram.
Atas dasar itu, isbal yang diharamkan adalah isbal yang dilakukan dengan kesombongan. Sedangkan isbal yang dilakukan tidak karena sombong, tidaklah diharamkan. Imam Syaukani berkata, “Oleh karena itu, sabda Rasulullah Saw, ‘Perhatikanlah, sesungguhnya memanjangkan kain melebihi mata kaki itu termasuk kesombongan.’ [HR. Abu Dawud, an-Nasa’i, dan at-Tirmidzi dari haditsnya Jabir bin Salim], harus dipahami bahwa riwayat ini hanya berlaku bagi orang yang melakukan isbal karena sombong. Hadits yang menyatakan bahwa isbal adalah kesombongan itu sendiri —yakni riwayat Jabir bin Salim—harus ditolak karena kondisi yang mendesak. Sebab, semua orang memahami bahwa ada sebagian orang yang melabuhkan pakaiannya melebihi mata kaki memang bukan karena sombong. Selain itu, pengertian hadits ini (riwayat Jabir bin Salim) harus ditaqyiid dengan riwayat dari Ibnu ‘Umar yang terdapat dalam shahihain….Sedangkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Umamah yang menyatakan bahwa Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang sombong hadir dalam bentuk muthlaq, sedangkan hadits yang lain yang diriwayatkan Ibnu ‘Umar datang dalam bentuk muqayyad. Dalam kondisi semacam ini, membawa muthlaq ke arah muqayyad adalah wajib….”
Dari penjelasan Imam Syaukani di atas kita bisa menyimpulkan, bahwa kesombongan adalah taqyiid atas keharaman isbal. Atas dasar itu, hadits-hadits yang memuthlaqkan keharaman isbal harus ditaqyiid dengan hadits-hadits yang mengandung redaksi khuyalaa’. Walhasil, isbal yang dilakukan tidak karena sombong, tidak termasuk perbuatan yang haram.
Tidak boleh dinyatakan di sini bahwa hadits yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar tidak bisa mentaqyiid kemuthlakan hadits-hadits lain yang datang dalam bentuk muthlaq dengan alasan, sebab dan hukumnya berbeda. Tidak bisa dinyatakan demikian. Sebab, hadits-hadits tersebut, sebab dan hukumnya adalah sama. Topik yang dibicarakan dalam hadits tersebut juga sama, yakni sama-sama berbicara tentang pakaian dan cara berpakaian. Atas dasar itu, kaedah taqyiid dan muqayyad bisa diberlakukan dalam konteks hadits-hadits di atas. [Tim Konsultan Ahli Hayatul Islam (TKAHI)]
Posted by YUSSAINE YAHYA
http://jihadtegakislam.blogspot.com/2010/06/fahami-sebaiknya-hukum-isbal.html
Rabu, 11 Ogos 2010
Peringatan Ramadhan - Kesilapan Kerap Muslim di Bulan Ramadhan

1) Bermalasan dan tidak produktif dalam kerja-kerja di siang hari dengan alasan berpuasa. Sedangkan, kerja yang kita lakukan di pejabat dengan niat ibadat pastinya menambahkan lagi pahala. Justeru, umat Islam sewajarnya memperaktifkan produktiviti mereka dan bukan mengurangkannya di Ramadhan ini.
http://www.zaharuddin.net/content/view/148/95/#maxcomment92520
Selasa, 10 Ogos 2010
Peringatan Sempena Ramadhan
1) Tidak menunaikan solat ketika berpuasa. Ia adalah satu kesilapan yang maha besar. Memang benar, solat bukanlah syarat sah puasa. Tetapi ia adalah rukun Islam yang menjadi tonggak kepada keislaman sesorang. Justeru, ‘ponteng' solat dengan sengaja akan menyebabkan pahala puasa seseorang itu menjadi ‘kurus kering' pastinya.
untuk maklumat lanjut sila layari/klik..
http://www.zaharuddin.net/content/view/148/95/#maxcomment92520
RUKUN PUASA
![]() |
| Banyakkan membaca A-Quran di bulan Ramadhan.. |
Sabtu, 31 Julai 2010
Kelebihan Solat Sunat Subuh
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dengan sanadnya daripada Saiyidah Aishah r.a., isteri Rasulullah SAW, bahawa Baginda telah bersabda:
"Solat dua rakaat (sebelum) Solat Subuh itu lebih baik daripada dunia dan segala isi buminya".
Dan diriwayatkan oleh Saiyidah Aishah juga bahawa Rasulullah SAW bersabda lagi berkenaan solat dua rakaat ini:
"Dua rakaat ini lebih aku sukai daripada segala isi dunia."
Dan diriwayatkan lagi oleh Saiyidah Aishah r.a. bahawa Rasulullah SAW apabila di dalam perkara Solat Sunat, Baginda mengambil berat untuk mengerjakan Solat Sunat Subuh lebih daripada yang lain-lain.
Marilah kita melapangkan masa selama lebih kurang empat minit untuk mendengar sedutan mengenai tuntutan menunaikan solat sunat subuh.. Wallah hua'lam..
blog rujukan
http://syukri-hakim.blogspot.com/2008/08/kelebihan-solat-sunat-subuh-sunat-fajar.html
Isnin, 26 Julai 2010
Menyambut Nisfu Sya'ban (26 Julai 2010-Isnin)

Apabila datang malam nisfu Sya'ban surau dan masjid berlumba-lumba mengadakan majlis baca surah Yaasiin selepas maghrib. Walaubagaimanapun tidak ada nas yang jelas mengenai amalan tersebut. Namun membaca Surah Yaasiin itu tidak salah dan insyaAllah mendapat pahala jika dibaca dengan cara dan niat yang betul. Secara lawaknya daripada tidak berbuat apa-apa atau macam kata Ustaz Halizal daripada bernyanyi lagu Peter Porn lebih baiklah baca Surah Yaasin. Apakah keutamaan sebenar Nisfu Sya'ban ini??
Dikutip dari buku al-Fawaaidul Mukhtaaroh Diceritakan bahwa Ibnu Abiy as-Shoif al-Yamaniy berkata, “Sesungguhnya bulan Sya’ban adalah bulan sholawat kepada Nabi saw, karena ayat Innallooha wa malaaikatahuu yusholluuna ‘alan Nabiy … diturunkan pada bulan itu. (Ma Dza Fiy Sya’ban?)
Syaikh‘Abdul Qadir al-Jailaniy berkata, “Malam Nishfu Sya’ban adalah malam yang paling mulia setelah Lailatul Qodr.” (Kalaam Habiib ‘Alwiy bin Syahaab)
Sayidina Ali bin Abi Tholib Karromalloohu Wajhah meluangkan waktunya untuk ibadah pada 4 malam dalam setahun, yakni: malam pertama bulan Rojab, malam 2 hari raya, dan malam Nishfu Sya’ban. (Manhajus Sawiy dan Tadzkiirun Nas)
Al-Imam As-Subkiy.rhm berkata, bahwa malam Nishfu Sya’ban menghapus dosa setahun, malam Jum’at menghapus dosa seminggu, dan Lailatul Qodr menghapus dosa seumur hidup.
Diriwayatkan kapadaku bahwa Sahabat Nabi Usamah bin Zaid.ra berkata kepada Nabi SAW, “Ya Rasulullah, aku belum pernah melihat engkau berpuasa di bulan lain lebih banyak dari puasamu di bulan Sya’ban.”
Kata Nabi, “Bulan itu sering dilupakan orang, karena diapit oleh bulan Rajab dan Ramadhan, padahal pada bulan itu, diangkat amalan-amalan (dan dilaporkan) kepada Tuhan Rabbil Alamin. Karenanya, aku ingin agar sewaktu amalanku dibawa naik, aku sedang berpuasa.” (HR Ahmad dan Nasai - Sunah Abu Dawud).
Artikel di atas di petik dari blog Ustaz Yussaine Yahya bagi memanjangkan artikel ilmiah beliau.. Mudah-mudahan kita semua dapat manfaat dan beramal dengannya. Untuk lebih memahami sila ke blog http://jihadtegakislam.blogspot.com/
Jumaat, 23 Julai 2010
Friends
Ampun dan maaf ku pinta jika ada terkasar bahasa, tersalah bicara. Anggaplah semua itu gurau senda kesalahan yang tidak sengaja.
Thank you so much for being such of good friend to me...
luv U all.. lets rock.... yeaaaaaaaaaaaah...
Khamis, 22 Julai 2010
Doa Anak yang Soleh

Anakku Muhammad Nur Haikal di Teluk Kemang.. mudah-mudahan dia menjadi anak yang soleh yang akan sering mendoakan aku & ibunya..
-DOA UNTUK IBU BAPA-
Ya Allah
Rendahkanlah suaraku bagi mereka
Perindahlah ucapanku di depan mereka
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
Lembutkan hatiku untuk mereka
Ya Allah,
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya, atas
didikan mereka padaku dan Pahala yang besar atas
kesayangan yang mereka limpahkan padaku,peliharalah
mereka sebagaimana mereka memeliharaku.
Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan
atau kesusahan yang mereka deritakan kerana aku
atau hilangnya sesuatu hak mereka kerana perbuatanku
jadikanlah itu semua penyebab susutnya
dosa-dosa mereka dan bertambahnya pahala kebaikan
mereka dengan perkenan-Mu ya Allah
hanya Engkaulah yang berhak membalas kejahatan dengan
kebaikan berlipat ganda.
Ya Allah,
Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku,
Izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku.
Tetapi jika sebaliknya, maka izinkanlah aku memberi
syafa'at untuk mereka,sehingga kami semua berkumpul
bersama dengan santunan-Mu di tempat kediaman
yang dinaungi kemulian-Mu, ampunan-Mu serta rahmat-Mu... .
Sesungguhnya Engkaulah yang memiliki Kurnia Maha
Agung, serta anugerah yang tak berakhir dan Engkaulah
yang Maha Pengasih diantara semua pengasih.
Amin Ya Rabbul Alamin..
Dikabulkan Doa Anak Yang Berbuat Baik Kepada Ibubapa.
Ibn ‘Umar radhiallahu 'anhuma berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
Ketika tiga orang sekawan sedang berjalan, mereka ditimpa hujan lalu mengambil perlindungan dalam sebuah gua di sebuah gunung. Kemudian sebuah batu besar dari gunung tersebut jatuh di mulut gua dan mengurung mereka di dalamnya. Maka berkata sebahagian mereka kepada sebahagian yang lain:
“Berfikirlah tentang amal shalih yang pernah kalian lakukan semata-mata kerana Allah, kemudian berdoalah kepada Allah dengan bertawasul melalui amal tersebut, semoga Allah memberi jalan keluar dengannya.”
Maka berkata salah seorang daripada mereka:
“Ya Allah! Sesunguhnya aku mempunyai ibubapa yang sudah sangat lanjut usia, seorang isteri dan anak-anak kecil yang masih aku pelihara. Saat aku pulang ke rumah pada waktu petang sambil membawa ternakanku kepada mereka, aku memerah susu. Aku biasanya memberi minum ibubapaku sebelum anak-anakku. Suatu hari, tempat aku mengembala amat jauh sehingga aku hanya sempat pulang ketika hari sudah amat lewat petang. Aku dapati ibubapaku sudah tidur. Aku memerah susu seperti biasa, membawa bekas berisi susu dan berdiri di samping ibubapaku. Aku tidak suka membangunkan kedua-duanya dan aku pula tidak suka memberi minum anak-anakku sebelum kedua-duanya, sekalipun anak-anakku menangis di kakiku kerana kelaparan. Keadaanku dan anak-anakku berterusan sehingga fajar menyinsing. Jika Engkau mengetahui bahawa aku melakukan hal itu semata-mata kerana mencari Wajah-Mu, maka berilah kami satu bukaan untuk melihat langit (dari dalam gua tersebut).”
Maka Allah memberikan bukaan pada batu tersebut sehingga mereka dapat melihat langit.[1]
________________________________________________
Demikianlah besarnya nilai amalan berbuat baik kepada ibubapa sehingga ia menjadi satu amalan yang dapat membantu seorang anak ketika dia ditimpa musibah. Selain itu terdapat dua pengajaran tambahan dalam hadis di atas:
Pengajaran Pertama:
Hendaklah kita memberi prioriti kepada ibubapa di atas anak isteri sendiri. Secara lebih luas, kita hendaklah mencurahkan perhatian, kasih sayang dan pemberian yang lebih kepada ibubapa daripada anak isterinya sendiri. Kita hendaklah sedia berkorban untuk ibubapa melebihi pengorbanan terhadap anak isterinya sendiri.
Pengajaran Kedua:
Prioriti tidak sahaja dari sudut berbanding anak isteri sendiri tetapi dari sudut segala tingkah lakunya. Sebagai contoh, Abu Hurairah radhiallahu 'anh pernah melihat dua orang, lalu dia bertanya: “Apakah hubungan dia dengan kamu?” Orang itu menjawab: “(Dia adalah) ayahku.” Lalu Abu Hurairah berpesan: “Janganlah engkau memanggil dia dengan namanya, janganlah berjalan di hadapannya dan janganlah duduk sebelumnya.”[2]
[1] Sahih: Sebahagian daripada hadis dikeluarkan oleh al-Bukhari dalam Shahihnya – hadis no: 5974 (Kitab al-Adab, Bab termakbulnya doa disebabkan berbuat baik kepada ibubapa). Berdoa dengan amal shalih sepertimana dalam hadis di atas disebut sebagai bertawassul. Bertawassul terbahagi kepada dua, yang dibolehkan dan yang dilarang. Lebih lanjut tentang bertawassul, rujuk buku saya Beberapa Perkara Yang Mencemari Kemurnian Tauhid terbitan Jahabersa, Johor Bahru, 2006.
[2] Sanad Sahih: Dikeluarkan oleh al-Bukhari dan sanadnya dinilai sahih oleh al-Albani dalam Shahih al-Adab al-Mufrad – hadis no: 32.
dipetik dari hafizfirdaus.com
Apabila mati seseorang, akan terputus amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariah, ilmu yang dimanfaatkan dan doa anak yang soleh.
Isnin, 17 Mei 2010
Khamis, 31 Disember 2009
Zunar & Gang - Gedung Kartun & Perak Darul Kartun







DUA PULUH PERISTIWA TAHUN 2009
- madey masih hidup
- dolah masih tidor
- bik mama masih membadak
- lim goh tong masih mati
- bala masih hilang
- raja petra masih lesap
- razak baginda masih belajar
- kj masih senyap
- gobala masih hitam
- mat sabu masih belum jadi menteri
- selangor masih dibawah pakatan
- eli wong masih solo
- augustin paul masih irrelevant
- bung mokhtar masih berhoney moon
- nizar masih berkempen
- sharizat masih menjanda
- nik aziz masih mb kelantan
- syed husin masih pakai selipar
- anwar ibrahim masih heboh
- najib masih takutkan suami
DUA PULUH RAMALAN 2010
- bik mama masih gemuk
- dolah baru nak bangun tidoo
- madey terus meracau
- minyak akan naik harga
- pas masih dalam pakatan rakyat
- kajang masih jual satay
- kapal selam akan hilang tenggelam
- gobala masuk pas
- zul nordin menjadi presiden ppp
- kj kahwin dengan anak pm no satu – anak rosmah
- muhyiddin akan melawan najib
- harakah akan keluar dalam bahasa china
- riduan tee abdullah akan menjadi mb kelantan
- zambry akan menjadi presiden kimma
- ibrahim ali akan masuk mca
- linggam akan mengeluar album – wrong-wrong-wrong !
- eli wong akan berkahwin
- karpal singh akan dinobatkan untuk menjadi raja laut
- obama dan michele akan datang ke kajang untuk makan satay
- tukar tiub stesen tv
Inilah yang dideklamasikan oleh Hishamudin Rais semalam di Stadium Kajang..


















